Tampilkan postingan dengan label aman bin. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label aman bin. Tampilkan semua postingan

Selasa, 02 Mei 2017

Pesan buat suami

Subhanallah, sungguh ini adalah nasehat yng sangat luar biasa dari KH. Mahrus Ali untuk para suami.

Sebagai seorang suami kita wajib menghormati istri kita, sayangilah istri kita, bersikaplah adil terhadap istri, dan jangan membuatnya sakit hati. Dengan begitu, Insyaallah kesuksesan akan menghampiri kita dengan sendirinya.

Cobalah diseperempat malam kau bangun ajak Istrimu Sholat Tahajud. Sesudah berdo'a, ucapkalnah kalimah ini pada Istrimu,

“Wahai istriku, engkau dulu seorang gadis yang leluasa beraktifitas,
banyak hal yang bisa kau perbuat dengan kemampuanmu.
Aku yang menjadikanmu seorang istri.

Menambahkan kewajiban yang tidak sedikit.
Memberikanmu banyak batasan, mengaturmu dengan banyak aturan.

Dan aku pula yang menjadikanmu seorang ibu.
Menimpakan tanggung jawab yang tidak ringan.
Mengambil hampir semua waktumu untuk aku dan anak-anakku.

Wahai istriku,

engkau yang dulu bisa melenggang kemanapun tanpa beban,
aku yang memberikan beban di tanganmu,
dipundakmu,
untuk mengurus keperluanku,
guna merawat anak-anakku,
juga memelihara rumahku.
Kau relakan waktu dan tenagamu melayaniku dan menyiapkan keperluanku.

Kau ikhlaskan rahimmu untuk mengandung anak-anakku,
kau tanggalkan segala atributmu untuk menjadi pengasuh anak-anakku,
kau buang egomu untuk menaatiku,
kau campakkan perasaanmu untuk mematuhiku.

Wahai istriku,

dikala susah, kau setia mendampingiku.
Ketika sulit, kau tegar di sampingku.
Saat sedih, kau pelipur laraku.

Dalam lesu, kau penyemangat jiwaku.
Bila gundah, kau penyejuk hatiku.
Kala bimbang, kau penguat tekadku.
Jika lupa, kau yang mengingatkanku.
Ketika salah, kau yang menasehatiku.

Wahai istriku,

telah sekian lama engkau mendampingiku,
kehadiranmu membuatku menjadi sempurna sebagai laki-laki.
Lalu, atas dasar apa aku harus kecewa padamu?

Dengan alasan apa aku tak menghormatimu.

Andai kau punya kesalahan atau kekurangan,
semuanya itu tidak cukup bagiku untuk membuatmu menitikkan airmata.
Akulah yang harus membimbingmu.
Aku adalah imammu.

Yg mencintaimu.... Arah nafas

Selasa, 04 Oktober 2016

Momong,momor,momot

Wanita yang luluh sikapnya, harus mampu momong, momor, dan momot.
a. Momong.
Kata ini bermakna mengasuh, merawat, dan menjaga segala sesuatu hingga dapat tumbuh berkembang sesuai dengan yang diharapkan. Untuk dapat melaksanakan tugas momong dengan baik, wanita harus senantiasa mengasah dan menambah pengetahuan yang dimilikinya. Dengan bekal tambahan pengetahuan dan keterampilan yang terus-menerus diupayakan untuk ditambah, wanita akan mampu menjalankan perannya sekaligus menunjukkan kualitas kewanitaannya selaku wanita idaman.
b. Momor.
Kata ini berarti bergaul atau berkumpul. Wanita idaman akan mampu bergaul dengan lingkungan sekitarnya dengan baik. Ia dapat menempatkan dirinya dengan baik di tengah-tengah lingkungan¬nya yang berbeda-beda. Ia juga dapat menjaga jarak untuk tidak terjebak dalam pergaulan yang kurang baik, dan lingkungan sekitarnya akan merasa senang dapat bergaul dengannya.
c. Momot.
Kata ini bermakna dapat mengerti, memahami, dapat menyimpan rahasia, tidak mudah marah, dan tabah. Laksana lautan, hati wanita ini begitu luas lagi lapang, sehingga ia mampu menerima segala sesuatu yang datang kepadanya, dicoba untuk diketahuinya, kemudian disimpannya rapat-rapat sehingga segala persoalan, termasuk rahasia dan aib, aman bersamanya. Ia tidak suka membuka rahasia atau aib pihak lain yang diketahuinya dan tidak suka mengorek-ngorek rahasia maupun aib orang. Sikap sabar dan tabahnya demikian mengemuka dan begitu pula dengan kepintarannya menyimpan rahasia sehingga keluarga dan lingkungannya menaruh kepercayaan yang tinggi kepadanya.

GEMATI,MERAK ATI DAN LULUH

tiga sikap yang harus terdapat padanya yaitu: gemati, merak ati, dan luluh.
1. Gemati
Gemati artinya mampu dan pintar memelihara atau menyelenggara¬kan segala sesuatu dengan baik. Sebagai wanita idaman, sikap wanita ini begitu menawan karena ia pintar menjalankan perannya selaku ‘ratu’ rumah tangganya. Selaku istri, ia melimpahkan cinta dan kasih sayang¬nya kepada suami hingga amat terkesan ia pintar merawat dan menjaga pasangan hidupnya tersebut. Dengan naluri serta perasaan keibuannya, ia pintar mengasuh, merawat, dan mendidik anak-anaknya. Begitu pula dengan hal-hal lain yang berhubungan dengan masalah rumah tangganya dapat dipelihara dengan baik dan ia akan senantiasa siap untuk mem¬benahi segala sesuatu di dalam rumah tangganya yang dirasakan kurang atau belum selesai.
2. Merak ati
Wanita yang bersikap merak ati adalah wanita yang ngadi warna, yakni pintar bersolek atau berdandan hingga terkesan ia pintar merawat dan menjaga kecantikannya; tidak hanya kecantikan lahir tetapi juga kecantikan batinnya. Wajahnya senantiasa terlihat cerah ceria dengan senyum manis tersungging di bibirnya. Ia juga pintar berdandan dengan mengenakan pakaian yang pantas dan serasi dengannya (ngadi busana), luwes gerak-geriknya (lumampah anut wirama), manis dan sopan tutur katanya. Wanita seperti itu adalah wanita idaman yang jika ‘bertahta’ dalam rumah tangganya selaku ‘ratu’, semua warga keluargannya akan merasa senang, mantap, dan dekat dengannya. Tidak hanya terbatas di lingkungan keluargannya, masyarakat di sekitarnya pun akan merasa senang menatap pesona keindahan yang dipancarkannya.
3. Luluh
Luluh bermakna sabar atau mudah bersabar hati. Wanita idaman yang bersikap luluh ditunjukkan oleh perilakunya yang penyabar, tidak keras kepala, serta menerima segala sesuatu dengan hati yang lapang (jembar, sabar, lan narima). Dengan sikap luluh-nya, wanita akan mampu mengelola rumah tangganya dengan baik, sehingga membuat suami serta anak-anaknya merasa tenteram dan tenang di dalam rumah tangganya.